CERPEN DAN PUISI

My imaginary girl


My Imaginary

     Dia ku beri nama JOUSKA, aku tak ingin menanyakan namanya aku tak tahu juga dia itu mamalia jenis apa, karena dia bisa hidup dikepalaku dibayang-bayang penglihatanku, bahkan ia dapat berkomunikasi di alam bawah sadarku.

 Ia berkata bahwa ia lebih jago dalam urusan berkamuflase lebih dari mimikri seekor bunglon, dan benar perkataannya itu nyata, ia dapat beralih bentuk menjadi apapun dimanapun.

Terbukti.. ia hadir menjadi hujan, lalu menjelma menjadi awan, angin, udara, dan bahkan menjadi cahaya yang terang benderang.. "berhentii.. kembalilah menjadi wujud dirimu lagi.." kataku sambil sedikit munutup mata, aku tak mampu melihat kilauan yang ia pancarkan mungkin mataku tak biasa melihat cahaya karena mataku terbiasa melihat kegelapan, ia kembali menjadi dirinya yang sangat indah tuk dilihat, ia tersenyum melihatku.. aku hanya terdiam dan aneh akan dirinya, "dia itu apa..?" gumamku.

   Awalnya aku takut sekaligus kaget kenapa mamalia secantik dia bisa hidup didalam isi kepalaku, namun aku mulai terbiasa dengan sosoknya, bahkan aku merasa sangat nyaman atas kehadiran dirinya,. Karena ia dapat menjelma menjadi tawa disaat sedih menimpaku, menjadi hangat disaat dingin menyelimutiku, menjadi penguat disaat aku ditimpa lelah, bagiku dia sangat sempurna.

 Sempat ia menawarkan diri untuk menetap dihatiku, namun aku menolaknya!, karena hatiku memiliki kadar beku, aku tak ingin ia terluka dan kelelahan karena harus menghangatkannya, hatiku ini memang sangat dingin bahkan melebihi kutub yang ada dibumi, mungkin karena terlalu lama tak ada satu makhlukpun yang sanggup tinggal didalamnya, tapi aku yakin seiring berlangkahnya waktu kadar beku itu akan berkurang, aku sendiri yang akan mengurangi kadar beku itu,.
 Untuk sementara ini.. kubiarkan ia hidup dan menetap dikepalaku, menjadi imajinasi yang mekar merekah diantara taman yang indah.


Terima kasih



Komentar

Posting Komentar